Pelatihan Otak

Kemampuan Motorik

6 Cara Mengembangkan Kemampuan Motorik Anak | Brainfit Indonesia

Penguasaan kemampuan motorik halus anak Anda akan membuatnya lebih bebas. Berikut adalah beberapa keterampilan yang akan sempurna bagi anak Anda di tahun-tahun prasekolah.

Area pengembangan lain yang perlu digiatkan di tahun prasekolah ini adalah kemampuan motorik halus, atau penggunaan tangan. Seperti halnya kemampuan motorik kasar yang memungkinkan anak Anda melakukan tugas sehari-hari, seperti bangun dari tempat tidur dan keluar kamar untuk sarapan, kemampuan motorik halus memungkinkan untuk meningkatkan kemandirian dalam hal yang lebih kecil tapi sama pentingnya, seperti membuka pintu, menutup ritsleting, menyikat gigi, mencuci tangan, dan lain-lain.

Ketika dikombinasikan dengan peningkatan koordinasi tangan-mata, kemampuan motorik halus juga membuka pintu baru untuk eksplorasi, pembelajaran, dan ekspresi kreatif. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa penekanan pada kegiatan intelektual – semisal menghapal huruf dan angka, jauh tidak berdampak pada tahapan perkembangan motorik anak ini dibanding dengan kegiatan yang mendorong kemampuan motorik halus dan koordinasi tangan-mata.

Keterampilan ini alih-alih menghitung atau melafalkan alfabet meletakkan dasar bagi pembelajaran akademis di tahun-tahun mendatang. Untuk belajar menulis atau menggambar, misalnya, tangan seorang anak harus kuat dan cukup terkoordinasi untuk menahan pensil dalam jangka waktu lama; ketangkasan dan koordinasi harus berfungsi secara normal untuk berpartisipasi dalam olahraga sekolah, permainan, dan kegiatan lainnya.

Di antara kemampuan perkembangan motorik halus anak Anda yang bisa disempurnakan di tahun prasekolah adalah kemampuan untuk:

  • menempelkan sesuatu di kertas
  • menepuk tangan
  • menyentuh jari
  • menutup dan membuka kancing
  • menaikkan dan menurunkan ritsleting
  • membangun menara setinggi 10 balok
  • puzzle lengkap dengan lima atau lebih potongan puzzle
  • menggunakan pensil dan krayon dengan cukup baik untuk mewarnai dan menggambar
  • menyalin satu lingkaran atau silang ke selembar kertas
  • menggunting bentuk sederhana dengan gunting plastik yang aman untuk anak-anak

Cara terbaik bagi Anda untuk membantu mengembangkan keterampilan ini maupun kemampuan lain yang berhubungan dengan tangan adalah memberikan anak Anda berbagai macam bahan dan perlengkapan untuk digunakan sesuai imajinasi anak.

Baca Juga: Tahapan Perkembangan Kemampuan Kognitif Pada Anak

Beberapa pilihan yang baik di antaranya ialah balok mainan seperti magnet block dan Lego, krayon, spidol dan cat yang bisa dibersihkan dan tidak beracun, pasta perekat, lem, tanah liat, gunting plastik, baju lapis untuk menghindari noda, buku mewarnai, dan kartu-kartu jahit sederhana. Ini juga merupakan waktu yang tepat untuk memainkan teka-teki, mainan pasir dan air, serta alat musik.

Kemampuan Motorik

  1. Ajarkan anak Anda untuk pincer grasp. Untuk membantu anak Anda untuk belajar mengambil sesuatu menggunakan telunjuk dan ibu jarinya, isilah wadah tisu bayi yang telah kosong dengan kain, dan biarkan ia mencoba menariknya keluar. Anda juga bisa memberikan mainan yang memiliki tombol-tombol putar dan kenop.
  2. Rangkul obsesi anak Anda untuk mengisi dan membuang sesuatu. Balita Anda kemungkinan akan memasukkan semua mainannya ke dalam kotak hanya untuk dikeluarkan kembali dan dilakukan terus berulang-ulang. Aktivitas ini memang terlihat membosankan, namun membutuhkan gerakan otot yang terintegrasi, konsentrasi, dan penalaran kognitif. Cara lain untuk meningkatkan kekuatan jari dan genggaman adalah meremas spons basah atau mencari mainan yang terkubur di dalam pasir.
  3. Biarkan penumpukan dimulai! Anak Anda membutuhkan stabilitas tangan dan pergelangan tangan untuk menempatkan balok dengan kontrol. Balok kayu besar adalah yang paling mudah untuk digunakan oleh balita. Setelah dia terbiasa, Anda dapat beralih ke bahan bangunan yang lebih kecil — tetapi tetap gunakan balok yang bisa saling mengunci (interlocking blocks) setidaknya sampai umur 2 tahun.
  4. Fasilitasi kreativitasnya. Kebanyakan anak dapat membuat tanda dengan krayon sejak usia 15 bulan dan mencoret-coret sejak usia 2 tahun. Krayon yang besar paling baik untuk tangan yang kecil, namun Anda juga bisa memberinya potongan kapur dan cat jari untuk mengekspresikan dirinya.
  5. Bersabarlah dengan peralatan makan. Minta anak Anda mulai menggunakan sendok dan garpu setiap kali makan. Jika dia membuat kekacauan atau mengalami kesulitan, tahanlah untuk tidak mencoba membantunya, biarkan dia mencoba mencari tahu sendiri.
  6. Bangun keterampilan dasar anak Anda. Seiring dengan ketangkasan anak Anda, dorong dia menggunakan kedua tangan untuk melakukan tugas-tugas baru. Mintalah dia mencoba memasukkan benang ke manik-manik besar atau ke dalam lubang pasta rigatoni. Memainkan permainan seperti “The Itsy-Bitsy Spider” juga dapat mengajari dia cara menggunakan tangannya secara bersamaan.

 

Mendorong Kreativitas Anak

Perkembangan anak

Setelah Anda memberikan alat yang mengilhami kreativitas kepada anak Anda, mundurlah dan biarkan dia melakukan hal yang dia suka sendirian, walaupun mungkin akan nampak berantakan. Anak usia prasekolah cenderung memiliki fokus lebih terhadap proses daripada hasil. Mereka akan senang mengeksplorasi berbagai sifat dan kemungkinan yang terjadi dari bahan-bahan yang mereka gunakan seperti cat, lumpur, pasir, air, dan lem tanpa mengkhawatirkan hasilnya. Faktanya, ketika anak Anda yang berusia 3 tahun dengan bangga menampilkan mahakarya terbarunya, Anda harus mencoba untuk tidak bertanya, “Apa itu?” Pertanyaan semacam itu mungkin tidak pernah terpikirkan olehnya.

Sebaliknya, kagumi karya anak Anda dengan apa adanya: “Wah bagus sekali! Coba beritahu ayah/ibu bagaimana cara kamu membuatnya”. Dorong dia untuk menjelaskan kepada Anda dengan kata-katanya sendiri bagaimana perasaannya dan apa yang dipikirkan saat ia membuatnya.

Semakin sedikit kontrol yang Anda berikan terhadap kreativitas anak, maka akan semakin baik baginya. Nasihat ini terutama berlaku untuk tangan mana yang paling sering digunakan oleh anak Anda. Salah satu hal penting yang terjadi pas usia ini adalah apakah anak Anda kidal atau tidak. Sesungguhnya, hal ini merupakan tanda penting untuk meningkatkan susunan otak. Pada usia 4 tahun, sekitar 90 persen anak-anak secara jelas menggunakan tangan kanan, sedangkan sisanya menjadi kidal.

Penentu utama dari penggunaan tangan atau wenangan adalah faktor turunan, jadi sebaiknya jangan mengutak-atik kecenderungan genetik anak Anda. Orang kidal tidak kurang diterima secara sosial daripada orang yang bukan kidal. Ketika tekanan dari orang tua atau guru prasekolah menginduksi seorang anak untuk berganti, hal itu biasanya dalam jangka panjang dapat menyebabkan anak Anda mengalami gangguan emosional dan adaptasi yang buruk.

Jadi, biarkan anak Anda memimpin jalannya sendiri. Jangan khawatir jika perkembangan motorik halusnya berkembang lebih lambat daripada perkembangan motorik kasarnya. Keterampilan motorik halus berkembang lebih lambat karena jenis gerakan halus yang memungkinkan anak-anak memanipulasi objek (menyusun dan menumpuk balok atau menyusun potongan puzzle, misalnya) dapat dipelajari hanya dari waktu ke waktu dengan banyak latihan. Sayangnya, sementara sebagian besar anak berusia 3 tahun akan berjalan gembira selama berjam-jam di taman bermain, beberapa anak benar-benar memiliki kesabaran untuk duduk dan menyalin gambar lingkaran atau silang berulang kali. Perlu diingat bahwa otot tubuh yang lebih kecil (seperti yang ada di tangan dan jari) lebih mudah lelah daripada otot yang lebih besar di lengan dan kaki, sehingga daya tahan dan kekuatan harus dibangun secara bertahap sebelum ketangkasan anak Anda dapat meningkat.

Baca juga: 13 Tips untuk Meningkatkan Kekuatan Konsentrasi pada Anak

Ada satu lagi alasan mengapa keterampilan motorik halus anak Anda berkembang lebih lambat: Kemampuan ini terkait erat dengan perkembangan kognitif. Untuk membangun benteng dengan balok, misalnya, seorang anak harus mampu berpikir secara tiga dimensi. Menambahkan tungkai, rambut, atau fitur wajah pada gambar orang yang tidak lengkap menandakan bahwa anak Anda mampu memahami bahwa gambar dua dimensi dapat melambangkan orang sungguhan. Anak Anda harus secara mental membandingkan gambarnya dengan gambar lain yang menampakkan bagaimana wujud orang untuk mencari tahu apa yang hilang dari gambar dan dia harus dapat menggunakan pensil atau krayon cukup baik untuk mengisi fitur yang tidak ada.

Proses berpikir yang terlibat dalam tindakan semacam itu jauh lebih rumit dari itu untuk mencari tahu bagaimana caranya menaiki tangga, mengejar bola, atau berjalan keluar pintu. Jadi penting bagi Anda untuk bersabar, mendorong, dan mendukung upaya anak Anda. Apapun yang dia kuasai hari ini akan memberinya manfaat yang baik saat dia mulai belajar lebih formal di taman kanak-kanak dan seterusnya.

Leave a Comment





Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial